RANGKUMAN BAB 1 PIMPINAN MUHAMMADIYAH (KELAS 9)

A. Ki Bagus Hadikusumo 

1. Dilahirkan di Kauman Yogyakarta pada 11 Rabi‘ul-akhir 1308 H / 24 November 1890 M. Beliau wafat di Yogyakarta pada hari Jumat 5 Muharam 1374 H / 3 September 1954 M dalam usia 64 tahun. Ki Bagus memiliki nama kecil R. Hidayat. 

2. Ki Bagus Hadikusumo Tercatat sebagai Ketua PB (PP) Muhammadiyah periode 1942-1953. Sebelumnya, beliau menjadi Ketua Majelis Tabligh (1922) dan Ketua Majelis Tarjih (1926). 

3. Ki Bagus Hadikusumo berhasil merumuskan pokok-pokok pikiran K.H. Ahmad Dahlan disusun menjadi Mugqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah. 

4. Ki Bagus Hadikusumo berani menentang perintah dari Pemerintah Dai Nippon untuk melakukan Seikerei, yaitu membungkukkan badan ke arah Istana Diraja Tenno Heika di Timur Laut sebagai simbol penghormatan kepada Tenno Heika (Kaisar Jepang) yang dianggap keturunan dewa matahari. 

5. Ki Bagus Hadikusumo dalam masa persiapan kemerdekaan Indonesia terlibat sebagai anggota Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).


B. AR Mansur

1. lahir di Maninjau, Sumatra Barat, 26 Jumadil Akhir 1313 H, bertepatan dengan 15 Desember 1895 M. Beliau wafat pada hari Senin, 25 Maret 1985 yang bertepatan dengan 3 Rajab 1405 H di Rumah Sakit Islam Jakarta dalam usia 90 tahun.

2. Pada tahun 1922, beliau merantau ke Pekalongan untuk berdagang dan menjadi guru agama. Pada saat itu beliau berinteraksi dengan K.H. Ahmad Dahlan yang memiliki ide gerakan pembaruan agar umat Islam kembali pada ajaran Tauhid yang asli. Beliau begitu terkesan ketika anggotaanggota Muhammadiyah menyembelih hewan kurban usai menunaikan shalat Idul Adha dan membagi-bagikan dagingnya pada fakir miskin.

3. Beliau terpilih sebagai Ketua PB (PP) Muhammadiyah periode 1953 - 1956 di Kongres Muhammadiyah ke 32 di Banyumas Purwokerto. Pada kongres berikutnya, beliau terpilih kembali untuk memimpin Muhammadiyah periode 1956 — 1959. Pada masa kepemimpinannya, Muhammadiyah berhasil merumuskan Khittah Muhammadiyah pada tahun 1956 — 1959 atau yang populer dengan istilah Khitta Palembang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MATERI KEMUHAMMADIYAHAN

Latihan soal ATS Genap Mapel Kemuh kelas VIII

Latihan soal ATS Genap Mapel Kemuh